10 Dosen UNIPMA Ikuti Kelas Internasional Batch XVIII, Materi Mencakup AI hingga Microteaching 

Universitas PGRI Madiun— Sebanyak 10 dosen Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengikuti International Lecturer Development Program (ILDP) Batch XVIII yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) Universitas PGRI Madiun.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–11 Agustus 2026 di Laboratorium Microteaching 1 Universitas PGRI Madiun tersebut membekali dosen dengan kemampuan mengajar menggunakan bahasa Inggris sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Materi yang diberikan mencakup penggunaan bahasa Inggris di kelas, perancangan pembelajaran, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengembangan kemampuan berpikir kritis, hingga praktik microteaching.

Kepala P2B Universitas PGRI Madiun Dr. Fitra Pinandhita, M.Pd., mengatakan ILDP dirancang untuk memberikan bekal kepada dosen yang akan mengajar mata kuliah sesuai keilmuan masing-masing dengan menggunakan bahasa Inggris. “Program ini juga akan memperkaya pengalaman dosen,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (5/8) dengan materi Classroom English Phrases, Sharing Session, dan Generative AI for Teaching and Learning yang dipandu Dr. Fitra Pinandhita, M.Pd.

Materi tersebut membahas penggunaan ungkapan bahasa Inggris dalam pembelajaran di kelas serta pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar mengajar.

Memasuki hari kedua, Kamis (6/8), peserta mendapatkan materi Introduction to Course Design hingga Course Design: Concept to Completion yang disampaikan Dr. Sri Lestari, M.Pd. Sementara itu, materi Developing Critical Thinking Skills for Classroom Discussions dan Simulation Session diberikan oleh Dr. Rosita Ambarwati, M.Pd.

Setelah mendapatkan pembekalan teori, peserta yang berasal dari berbagai program studi kemudian mengikuti praktik microteaching. Dalam sesi tersebut, peserta mempraktikkan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan mata kuliah dan bidang keilmuan masing-masing.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ILDP Batch XVIII diharapkan menjadi ruang bagi dosen untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berbagi pengalaman dalam pembelajaran berbahasa Inggris.

“Harapannya, kegiatan ini dapat terus menjadi ruang pengembangan dan berbagi pengalaman bagi dosen,” pungkasnya.